“JARINGAN CLIENT SERVER”
Oleh :
A
B
F
f
STMIK INSAN PEMBANGUNAN
JL. RAYA SERANG KM. 10 POS BITUNG
JL. RAYA SERANG KM. 10 POS BITUNG
TANGERANG
– BANTEN
Kata
Pengantar
Assalamu’alaikum wr. wb
Puji
syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan
hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini
sesuai waktu yang telah ditentukan. Shalawat serta salam tetap tercurah
pada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, beserta sahabat dan para pengikutnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Tangerang, 10 Oktober
2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................ i
Daftar Isi ........................................................................................ ii
I.
Pendahuluan .................................................................... 1
II.
Model Sistem Terdistribusi ................................................. 7
A. Client
Server................................................................ 7
B. Multiple
Server............................................................. 8
C. Proxy
Server................................................................ 8
D. Peer to
Peer................................................................. 9
III.
Client Server .................................................................... 9
A. Pengertian................................................................... 9
B. Cara
Kerja Sistem Client Server..................................... 12
C. Yang
Dipakai dengan Aplikasi Client Server ................... 13
D. Macam-Macam
Topologi Jaringan Pada Komputer ........ 14
1. Topologi
Bus......................................................... 14
2. Topologi
Star / Bintang .......................................... 15
3. Topologi
Ring / Cincin .......................................... 16
4. Topologi
Mesh
..................................................... 17
5. Topologi
Tree....................................................... 18
6. Topologi
Linier ..................................................... 19
E. Keuntungan
Sistem Client Server .................................. 20
F. Hambatan
Implementasi Sitem Client Server ................. 20
1. Organisasi............................................................ 20
2. Teknologi............................................................. 21
G. User.......................................................................... 21
H. Jaringan
Yang Digunakan............................................. 21
1. Local
Area Network (LAN)...................................... 21
2. Metropolitan
Area Network (MAN)........................ 22
3. Wide
Area Network (WAN)................................... 23
4. Internet................................................................ 23
5. Jaringan
Tanpa Kabel (Wireless).............................. 24
I. Perbandingan
Antara Peer to Peer Dengan Client Server. 25
J. Network
dan Transmisi............................................... 26
1. Kabel
Coaxial....................................................... 26
2. UTP
& STP........................................................... 27
3. Fiber
Optic........................................................... 28
K. Pemrosesan
Database.................................................. 29
L. SQL
Server 2000......................................................... 30
1. Keuntungan
Client........................................................... 32
2. Keuntungan
Server.......................................................... 32
M. Pemrosesan
Aplikasi.................................................... 32
Penutup........................................................................................ 33
Daftar Pustaka............................................................................... 34
Pendahuluan
Pemanfaatan perangkat lunak
berperan erat bagi perkembangan di semua lini, baik itu institusi pendidikan,
lingkungan bisnis, maupun kalangan pribadi. Tentunya tidak berpulang dari
penggunaan perangkat lunak tersebut, sampai sejauh mana fungsinya dapat
diberdayakan dan seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk penerapannya.
Pemilihan perangkat lunak yang sejalan dengan kebutuhan harus benar-benar
diperhatikan, karena itu perencanan awal dimulai dengan mengindentifikasi
kebutuhan di lingkungan yang ada. Setelah proses identifikasi kebutuhan
didaftarkan, kita dapat memilih perangkat lunak seperti apa yang akan
digunakan. Tulisan kali ini, memperkenalkan salah satu bentuk client/server dengan
mengambil contoh penggunaan ”Web Server”, yang beroperasi di lingkungan GNU/Linux
dan penggunaan aplikasi client – browser. Pemilihan sengaja
jatuh ke lingkungan tak berbayar untuk memamfaatkan perangkat lunak tersebut,
alias proyek opensource.
Pemamfaatan web server menambah
khazanah pengembangan aplikasi web, seperti
-
elearning,
- egovernment,
- ecommerce.
Pendistribusian informasi di satu
layanan dan penggunaan aplikasi client yang sungguh sangat mudah –
hampir di setiap perangkat keras (PC, PDA) sudah terdapat browser. Web
server sebagai pemberi pelayanan membutuhkan sistem operasi untuk
menjalankan fungsinya. Sehingga kemampuan sistem operasi menangani web
server menjadi perhatiannya. Yang tentunya komunikasi antar sistem operasi
dengan aplikasi web server harus dimengerti kedua unit. Semua itu tak
terlepas dari pengembangan model OSI (Open Systems Interconnection
Reference) dan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet
Protocol) yang memungkinkan komunikasi antar computer yang satu dengan
lainnya, perangkat keras, perangkat lunak client/ server tentu
menggunakan kaedah ini karena kaedah yang digunakan menjadi acuan para
pengembang perangkat lunak maupun perangkat keras (vendor). Lebih jauh
daripada itu, sistem operasi melakukan semua tugastugas penting dalam komputer,
dan
menjamin aplikasiaplikasi yang berbeda
dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar.
Sistem Operasi menjamin
aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan
output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila
beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur
skedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan
waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling
mengganggu. Dalam banyak kasus, sistem operasi menyediakan suatu pustaka dari
fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsifungsi itu,
sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi
tersebut dari awal.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari
beberapa bagian:
1.
Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke
dalam memory
2.
Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
3.
Command Interpreter atau shell, yang bertugas
membaca input dari pengguna
4.
Pustakapustaka,
yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang
dapat dipanggil oleh aplikasi lain
5.
Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal,
sekaligus untuk mengontrol mereka. Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan
satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu, tetapi sebagian besar Sistem
Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu
yang bersamaan. Sistem Operasi seperti itu disebut sebagai Multitasking Operating
System. Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta
inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya
sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama
sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan
tipe kedua adalah RealTime OS. Apache Web server dapat
berjalan di sistem operasi yang populer saat ini, seperti Windows, GNU,
Unix maupun Mac OS. Pemilihan GNU sendiri berdasarkan
beberapa pertimbangan pribadi seperti pengalaman dalam menggunakannya maupun
keandalan dari sistem
operasinya. Dengan menggunakan komputer
sekelas desktop, sistem operasi ini bisa berjalan dan berfungsi sebagai
web server, dipermudah dengan proses instalasi dengan pemilihan paketpaket
server yang diinginkan – web server.
Model Sistem Terdistribusi
A.
Client Server
Gambar Client Server
Sistem
client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih
proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang
proses server. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan
server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client
berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang
berjalan pada mainframe. Prinsip kerja
pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan
dari Client, memproses dan memberikan hasil kepada Client, sedangkan Client
akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses dan melihat visualisasi
hasil prosesnya.
Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan.
Pertama,
implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan
karena server tersentralisasi.
Kedua, mesin
server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun
mesin client tidak mahal.
Ketiga, pemakai
dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah
dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly. Perlu diingat batasan antara client dan
server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan.
Khususnya membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan
beberapa pesan dan dapat diabaikan.
B.
Multiple Server
Gambar Multiple Server
C.
Proxy Server
Gambar Proxy Server
Proxy server
menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang di atur oleh server lain.
Biasa nya proxy server di pakai untuk menyimpan hasil copy web resources.
Ketika client melakukan request ke server, hal yang pertama dilakukan adalah
memeriksa proxy server apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy
server. Proxy server dapat diletakkan pada setiap client atau dapat di pakai
bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan
availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.
D.
Peer to Peer
Gambar Peer to Peer
Bagian dari
model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai
client maupun server. Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus
yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan
dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal sebagai peer.
Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan.
Peer-to-peer merupakan model yang paling general dan fleksible.
Client Server
A. Pengertian
Kata ‘server’ seringkali diucapkan oleh pengguna komputer, terutama ketika
sedang membicarakan ‘jaringan komputer’ atau ‘internet’. Dalam bahasa Inggris,
kata server berasal dari kata serve yang artinya melayani, meladeni, menghidangkan,
menyajikan. Sehingga dalam pembicaraan ‘jaringan komputer’ atau ‘internet’,
server adalah sebuah komputer (atau sebuah sistem komputer) yang tugasnya
melayani komputer-komputer lainnya. Tentu saja, komputer-komputer yang dilayani
adalah komputer-komputer yang terhubung dengan server tersebut.
Dengan demikian, komputer server dapat berfungsi sebagai:
·
Situs internet
atau ilmu pengetahuan
·
Penyimpan data
atau file, dan membuat data atau file tersebut dapat diambil kembali saat
dibutuhkan.
·
Mengkoneksikan
komputer client ke Internet.
Banyak sekali kaum komputeris yang mencoba mendefinisikan arti kata/istilah
server dalam hubungannya dengan komputer. Berikut ini disajikan beberapa
definisinya:
·
Server adalah
sebuah komputer di Internet atau di jaringan lainnya yang menyimpan file dan
membuat file tersebut tersedia untuk diambil jika dibutuhkan.
·
Server adalah
sebuah aplikasi jaringan komputer yang digunakan untuk melayani banyak pengguna
dalam satu jaringan.
·
Server adalah
sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah
jaringan komputer.
Komputer server biasanya memiliki RAM yang besar dan dalam operasionalnya
menggunakan sistem operasi khusus, yang disebut sistem operasi jaringan atau
network operating system. Server juga menjalankan software administratif yang
berguna untuk mengontrol akses ke jaringan, dan mengelola perangkat (sumber
daya) yang terdapat di dalamnya, misalnya printer, serta memberikan akses
kepada workstation yang menjadi anggota jaringan (workstation yang tersambung
ke jaringan).
Kata atau istilah workstation berasal dari bahasa Inggris yang terjemahan
bebasnya bermakna stasiun kerja. Dalam bahasan jaringan komputer, istilah
workstation biasanya dipakai untuk menyebut komputer (yang dipakai oleh pengguna)
yang terhubung ke suatu jaringan. Dalam pengertian yang lain, workstation
diartikan sebagai single user komputer yang berdaya penuh yang penggunaannya
biasanya ditujukan untuk aplikasi high end graphics dan aplikasi desain
tambahan. Disebut juga dengan nama graphics workstation.
Client-server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah
perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi
(software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak
sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya. Server biasanya terhubung
dengan client melalui kabel UTP dan sebuah kartu jaringan (network card). Kartu
jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Dalam teknologi informasi, client-server merujuk kepada cara
mendistribusikan aplikasi ke pihak client dan pihak server. Dalam model
client-server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah (tetapi
masih dalam sebuah kesatuan) yakni komponen client dan komponen server.
Komponen client dijalankan pada sebuah workstation. Pemakai workstation
memasukkan data dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu, kemudian
mengirimkannya ke komponen server, umumnya berupa permintaan layanan tertentu
yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima permintaan layanan
tersebut dan langsung memprosesnya serta mengembalikan hasil pemrosesan kepada
client. Client pun menerima informasi hasil pemrosesan data tadi dan
menampilkannya kepada pemakai dengan menggunakan aplikasi yang digunakan oleh pemakai.
Sebuah contoh dari aplikasi client-server sederhana adalah aplikasi web
yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP). Skrip ASP akan
dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services),
sementara skrip yang berjalan di pihak client akan dijalankan oleh web browser
pada komputer client (workstation). Client-server merupakan
penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga
setiap komputer tidak perlu diinstall database. Dengan metode client-server
database dapat diinstal pada komputer server dan aplikasinya diinstal pada
client.
Komponen client
juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut
sebagai back-end.
B.
Cara Kerja Sistem Client-Server
Sistem client-server pada mulanya dirancang untuk menghasilkan kinerja jauh
lebih besar dan hanya menambah sedikit biaya, dengan cara memindahkan sebagian
tugas pemrosesan dari komputer client kepada komputer server. Hal ini dapat
meningkatkan kinerja tetapi biaya tetap meningkat. Sehingga daripada kita
membeli 11 buah PC super dan menaruh hardisk besar pada salah satu dari
komputer tersebut, serta menggunakannya sebagai server dan menjalankan aplikasi
database pada 10 komputer client, anda dapat membeli 10 buah PC yang berkemampuan
biasa saja dan 1 buah PC super. Lalu buat aplikasi client-server yang
menggunakan komputer server yang berkekuatan super itu tadi itu tadi
sebagai sebagai pusat pengolahan data terbanyak, dan komputer-komputer client
hanya digunakan untuk meminta dan menampilkan informasi kepada pemakai.
Di dalam sturktur Client/Server , komputer yang berada
di atas komputer lainnya itu disebut server ,dan komputer – komputer yang
berada di bawah komputer server di sebut client .
C.
Yang Dipakai dengan Aplikasi Client-Server
Di sini kita akan mempergunakan teknologi ASP dengan script VBScript,
Personal Web Server atau IIS5.0 sebagai Internet Server, MS-Access atau SQL
Server sebagai database nya. Sebagai informasi, WEB kita ini dibangun dengan
Sistem Operasi Windows 2000 Server, bahasa srcipt VBScript, MS SQL Server 2000
sebagai databasenya, Internet Information Server (IIS) 5.0 sebagai WEB server
nya (produk Microsoft semuanya-red). Inilah yang akan kita buat sebagai
servernya.
D. Macam-Macam Topologi Jaringan Pada Komputer
1.Topolgoi Bus
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah
terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya
terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin
terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan tgdirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini
termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke
saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing
simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung
kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini
seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada
jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin
tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak
digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana,
murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi
adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif
sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan
trafik seluruh jaringan.
¬ Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan
workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation
lain.
¬ Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang
kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa
penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan
terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya
bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan
kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang
dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak
sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card)
yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai
kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan
basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk
menghubungkan dengan client atau node.).
2.Topologi Star/Bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi
dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang
termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan:
¬
Kerusakan pada satu saluran hanya
akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
¬
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
¬
Tahan terhadap lalu lintas jaringan
yang sibuk.
¬
Penambahan dan pengurangan station
dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan:
¬
Jika node tengah mengalami
kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
3.Topologi Ring/Cincin
Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
4.Topologi Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh.
Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah
sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding
dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping
kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
5.Topologi Tree
Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai
topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk
interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih
rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki
semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem
jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau
simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih
rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih
dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7
seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6
sebelum berakhir pada node-Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah,
dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai
contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal
pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun
kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi,
maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak
efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
6.Topologi Linier
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi
linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan
tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut
dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator.
Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC
adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58
(Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat
sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya terdiri dari:
1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.
* Keuntungan : hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah
dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan
terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
* Kerugian : deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan
lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila
jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
E.
Keuntungan Sistem Client Server
- Mengurangi tanggung jawab dan biaya overhead
- Kontrol biaya operasional dan pengembangan yang lebih mudah
- Waktu respon yang lebih baik dalam pemrosesan.
- Akses data yang lebih besar bagi perusahaan. Sistem Client server mengamankan transaksi data dan menyimpannya pada server untuk kemudian dapat di sharing, dimanipulasi, dianalisa secara lokal.
- Memungkinkan pendistribusian proses dari tersentralisasi menjadi desktop computing
- Menawarkan kooperatif prosesing antara individu dan group antar departemen, geografis dan zona waktu.
- Rewriting software pada sistem client server memberikan keuntungan untuk mendapatkan sistem yang terintegrasi dan memberikan efisiensi.
- Menawarkan friendlu interface pada end user khususnya pada knowledge worker dan customer.
- Keterlibatan yang lebih untuk end user pada implementasi IT.
- Arsitektur terbuka dan sistem terbuka memberikan fleksibilitas dalam memilih konfigurasi hardware yang berbeda, network, dan DBMS dari berbagai vendor.
F.
Hambatan Implementasi Sistem Client
Server
1.Organisasi
- Skill personel yang kurang memadai untuk implementasi sistem client server.
- Anti perubahan terhadap teknologi baru.
- Biaya konversi
- Membutuhkan koordinasi dan kontrol yang lebih pada end user.
2.Teknologi
- Membutuhkan infrastruktur LAN dan WAN
- Skill dan peralatan yang belum memadai
- Belum adanya pemahaman dan pengalaman dalam merencanakan sistem client server
- Tidak tersedianya produk dan tools pengembangan sistem client server
- Sedikitnya applikasi client server
- Sedikitnya standar nasional dan internasional untuk sistem client server.
G.User
User disini adalah end user
yang mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja
seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan, atau
pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah bisnis atau
perdagangan disebut dengan client, tapi client ini adalah manusia,
jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan komputer. Dapat kita
katakan sebuah user atau end user adalah ketika melakukan proses akhir
menggunakan sistem client server.
H. Jaringan Yang Digunakan
1.
Local Area Network (LAN)
Suatu sistem yang menghubungkan komputer dan peralatan lain bersama-sama
dalam sebuah jaringan yang tidak luas, seperti di dalam satu kantor atau
gedung.
2.
Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang
berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN.
MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga
sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum.
MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan
televisi kabel.
3.
Wide Area Network (WAN)
Suatu sistem jaringan yang menghubungkan antar jaringan lokal yang satu
dengan yang lain, sehingga terbentuk sistem jaringan yang lebih luas.
4.
Internet
Internet adalah sebuah sistem jaringan global, yaitu jaringan komputer
seluruh dunia yang melibatkan berbagai infrastruktur jaringan seperti DNS
Server, Web server, E-Mail Server, dan lain-lain
5.
Jaringan Tanpa Kabel (Wireless)
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak
bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang
ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada
diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan
karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat
ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit
dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan
jaringan yang menggunakan kabel.yang berjauhan dan dihubungkan dengan line
telepon atau gelombang radio.
Selain itu, jaringan komputer dapat juga dikelompokan
berdasar kriteria di bawah ini:
a. Topologi: pengaturan keterhubungan antar
sistem komputer. Terdapat bermacam-macam topologi seperti bus, star, dan ring.
b. Protokol: protokol
mendefinisikan sekelompok aturan dan sinyal yang digunakan oleh komputer pada
jaringan untuk berkomunikasi. Protokol LAN yang paling populer adalah Ethernet.
Protokol LAN lain yang banyak digunakan adalah IBM token-ring network.
c. Arsitektur: jaringan dapat diklasifikasikan ke dalam arsitektur peer-to-peer atau
client/server.
I. Perbandingan Antara Peer to
Peer Dengan Client Server
Peer-to-Peer
|
Client/Server
|
Pembangunan sistem jaringan mudah.
|
Pembangunan sistem jaringan lebih
sulit.
|
Pengembangan sistem jaringan
kurang fleksibel
|
Pengembangan sistem jaringan
sangat fleksibel
|
Membutuhkan waktu banyak untuk
maintenance karena pengaturan harus dilakukan di setiap komputer
|
Membutuhkan waktu lebih sedikit,
karena kendali terpusat pada server
|
Sistem keamanan jaringan sangat
rendah tergantung dari keamaanan sistem operasi masing-masing station
|
Sistem keamanan lebih tinggi
karena akses client ke jaringan dikendalikan dari server.
|
Jumlah ideal komputer (station)
kurang dari 10.
|
“Tak terbatas”.
|
Dapat diterapkan dengan sistem
operasi yang berbeda-beda
|
Sistem operasi komputer client
bisa bervariasi. Sedangkan untuk server harus mendukung sistem jaringan
|
Tidak memerlukan server
|
Memerlukan sistem operasi berbasis
server
|
Tidak diperlukan skill khusus
untuk mengelolanya
|
Diperlukan skill yang mampu
mengelola sistem server.
|
J. Network dan Transmisi
Server dan client dapat terkoneksi
dengan sebuah media transmisi. Media transmisi ini dapat berupa kabel,
wireless, atau fiber. Dengan media ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk
melakukan enterprice network lebih besar dalam sebuah workgroup atau
departemen. Untuk itu dibutuhkan interoperability sebagai contoh operasi
dan pertukaran informasi yang heterogen melalui berbagai perangkat software
dalam jaringan. Esensinya adalah keterbukaan dalam melakukan pertukaran baik
komponen dan software yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Dengan
interoperability baik vendor dan customer akan mendapatkan
keuntungan.
Interoperability memberikan dampak
pada arsitektur jaringan. Awal sebuah arsitektur jaringan adalah SNA namun
arsitektur ini bersifar proprietary dan tidak terbuka dengan vendor
lainnya. Kemudian sebagian besar orang beralih ke OSI yang di standarkan oleh
ISO (International Standards Organization). OSI banyak di gunakan di
Eropa namun kurang berkembang di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat muncul
TCP/IP yang kemudian di dukung oleh Unix User Group.
Kabel LAN merupakan media
transmisi Ethernet yang menghubungkan piranti-2 jaringan dalam jaringan komputer anda. Adalah sangat
bermanfaat jika anda mengenal lebih baik mengenai kabel LAN sebelum anda membuat
design jaringan. Design kabel jaringan yang bagus, merupakan unsur pendukung
yang membuat jaringan komputer LAN anda nantinya mudah dipelihara dan
bisa diandalkan. Jadi kabel LAN sangat bermanfaat sekali dalam
realitas jaringan. Yang berikut adalah jenis-2 kabel LAN yang umum dipakai
dalam jaringan LAN.
1.
Kabel Coaxial
Kabel
lan coaxial digunakan pada Ethernet 10Base2 dan 10Base5 beberapa tahun yang
lalu. 10Base5 mengacu pada thicknet sementara 10Base2 mengacu pada thinnet
sebab 10Base5 dulu menggunakan kabel lan coaxial yang lebih tebal.
Kelebihan :
¬
Jangkauan Hingga 500 Meter
Kekurangan :
¬
Berat
¬
Mahal
¬
Kecepatan akses hanya 10 Mbps
2.
UTP (Unshielded
Twisted Pair) dan STP (Shielded twisted pair)
Ada
dua jenis kabel dengan kawat tembaga ini yaitu STP dan UTP, akan tetapi yang
paling popular adalah kabel lan UTP.
Gambar
diatas ini menunjukkan detail komponen dari kabel lan UTP dan STP.
Kabel
lan UTP adalah yang paling popular yang terdiri dari 4 pasang kabel yang saling
melilit dengan kode warna khusus yang standard dan diisolasi dengan plastic.
Tingkatan
dari kabel UTP ini diindikasikan oleh banyak nya lilitan atau pumtiran per
inchi, tingkat rendahnya attenuasi, kurang nya tingkat interferensi dan gejala
crosstalk. Panjang maksimum per segmen dari kabel lan ini adalah 100 meter
saja, jika lebih panjang dari 100 meter maka anda tidak bisa menjamin tingginya
tingkat attenuasi.
yaitu
dari jenis kabel lan UTP Cat5e, yang mana jumlah puntiran atau lilitan dari
pasangan kabel sedikit lebih banyak per inchi dan ditambah lagi adanya jaket
kabel nilon tunggal sebagai insulasi. Jadi sekali lagi grade dari UTP kabel ini
ditentukan oleh banyaknya puntiran per inchi.
Kelebihan : Kecepatan yang bisa
dicapai adalah sampai 1 Gigabit.
Kekurangan : Jangkauannya
hanya 100 m
3.
Fiber Optic
Fiber
optic merupakan media transmisi terkini untuk standard Ethernet dalam kabel
lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel fiber optic dan kabel electric
adalah sebagia berikut.
Kelebihan :
- Kurang interferensi magnetic, membuatnya lebih aman
- Dapat menunjang keceptan sampai 10Gigabits
Kekurangan :
- Jarak lebih jauh
- Jauh lebih mahal
Ada
dua macam kabel lan dalam piranti optic ini:
- Multimode (MM), menggunakan ukuran diameter fiber optic lebih luas
- Single mode (SM), menggunakan diameter fiber optic sangat kecil. Jenis ini sangat mahal dikarenakan proses fabrikasinya lebih presisi. Kabel optic ini bisa mencapai jauh lebih panjang dari pada jenis optic MM.
K. Pemrosesan Database
Beberapa prinsip pemrosesan data
pada server termasuk didalamnya adalah integritas, sekuriti, dan recovery data.
Enterprise data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan membutuhkan sebuah
integrasi, pengaksesan data yang di kendalikan dan kelola dengan securiti yang
baik, dan recovery data dapat dilakukan jika terjadi kegagalan sistem.
Beberapa data management dilakukan
secara otomatis. Biasanya dilakukan oleh DBMS yang berada di Server yang
mengontrol akses diantara pemprosesan multiple sistem dan mengintegrasikan
akses data melalui network management.
L. SQL Server 2000
SQL Server adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang
dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. Istilah client,
server, dan client/server dapat digunakan untuk merujuk kepada konsep yang
sangat umum atau hal yang spesifik dari perangkat keras atau perangkat lunak.
Pada level yang sangat umum, sebuah client adalah setiap komponen dari sebuah
sistem yang meminta layanan atau sumber daya (resource) dari komponen sistem lainnya.
Sedangkan sebuah server adaah setiap komponen sistem yang menyediakan layanan
atau sumber daya ke komponen sistem lainnya.
Sistem
client/server adalah dirancang untuk memisah layanan basisdata dari client,
dengan penghubungnya menggunakan jalur komunikasi data. Layanan basisdata
diimplementasikan pada sebuah komputer yang berdaya guna, yang memungkinkan
manajeman tersentralisasi, keamanan, dan berbagai sumber daya. Oleh karena itu,
server dalam client/server adalah basisdata dan layanannya. Aplikasi-aplikasi
client diimplementasikan pada berbagai flatform, menggunakan berbagai kakas
pemrograman.
Tampilan Microsoft SQL Server 2000
SQL Server adalah server basisdata yang secara fungsional adalah proses
atau aplikasi yang menyediakan layanan basisdata. Client berinteraksi dengan
layanan basisdata melalui antar muka komunikasi tertentu yang bertujuan untuk
pengendalian dan keamanan. Client tidak mempunya akses langsung kedata, tetapi
selalu berkomunikasi dengan server basisdata.
SQL Server menggunakan tipe dari database yang disebut database relasional.
Database relasional adalah database yang digunakan sebuah data untuk mengatur
atau mengorganisasikan kedalam tabel. Tabel-tabel adalah alat bantu untuk
mengatur atau mengelompokan data mengenai subyek yang sama dan mengandung
informasi dan kolom dan baris. Tabel-tabel saling berhubungan dengan mesin database ketika dibutuhkan.
SQL Server mendukung beberapa tipe data yang berbeda, termasuk untuk karakter, angga, tanggal (datetime) dan uang (money), SQL Server digunakan untuk menggambarkan model dan implementasi pada database.
Keuntungan menggunakan SQL Server dapat didefinisikan menjadi dua bagian yaitu satu bagian untuk menjalankan pada server dan bagian lain untuk client.
1. Keuntungan Client
1. Mudah digunakan.
2. Mendukung berbagai perangka keras.
3. Mendukung berbagai aplikasi perangkat lunak.
4. Biasa untuk digunakan
2. Keuntungan Server
1. Dapat diandalkan (Reliable).
2. Toleransi kesalahan (Fault Tolerant).
3. Konkurensi (Concurrent)
4. Performa tingggi dalam perangkat keras (High-performance Hardware).
5. Pengendalian terpusat (Centralized Control).
6. Penguncian yang canggih (Sophisticated Locking).
M. Pemrosesan Applikasi
Data digunakan oleh program
applikasi yang mana sebagian besarnya berada di server. Ada beberapa applikasi
client server yang disediakan oleh vendor. Tools applikasi ini menjadikan
pengembangan sistem client-server menjadi lebih kompetitif. Pengembangan
applikasi client-server dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni :
- Fungsi pemprosesan didistribusikan diantara client dan server. Porsi dari client dijalankan oleh end user dengan menggunakan bahasa pemrograman database seperti SQL yang memberikan semacam request data dan kemudian mengekstrak data tersebut dari lokasinya dimana semua proses tersebut dikontrol oleh sistem operasi.
- UI dan GUI menjadi lebih sering digunakan karena tingkat kemudahan penggunaan menjadi lebih penting.
- Digunakannya Advance networking seperti LAN
- Code generator juga digunakan, Metodelogi Objeck Oriented akan menambah tingkat penggunan.
- Tools pengembangan seperti SQL Server, FLOWMARK, Progress, ObjectView, Oracle menjadi sangat diperlukan
Ketika sebuah applikasi diproses dan
permintaan akan data dilakukan oleh client, maka hasilnya dikirimkan melalui
LAN. Hasil dari applikasi tersebut dapat saja dilakukan perubahan bentuk untuk
mendapatkan tampilan yang lebih baik. Semuanya ini dilakukan di sisi client
oleh end user melalui UI (User Interface). Diagram skematik pendekatan client
server ditunjukan pada gambar 4.
Gambar 4- Applikasi Sistem Client Server
Penutup
Pemamfaatan komunikasi client/server
dalam hal jasa layanan berbasis web, akan terus berkembang. Dengan
demikian pemilihan aplikasi server dan sistem operasi menjadi perhatian utama.
Dengan adanya permintaan yang bersamaan (concurrentrequest) dari client.
Aplikasi web server harus mampu menanganinya dengan benar – sejalan
dengan kemampuan sistem operasi mengatur penggunaan daya (resources)
komputer terhadap aplikasi web server itu. Dengan demikian proses
terhadap permintaan yang ditujukan ke server menghasilkan permintaan yang benar
di sisi client.
DAFTAR
PUSTAKA
Model OSI, Ensiklopedia
Online, http://id.wikipedia.org/wiki/OSI_Reference_Model
Model OSI, Ensiklopedia
Online, http://ms.wikipedia.org/wiki/Model_OSI
Sistem Operasi,
Ensiklopedia Online, http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi
TCP/IP, Ensiklopedia
Online, http://id.wikipedia.org/wiki/TCP/IP
http://roelangga.wordpress.com/2008/10/07/kelebihan-dan-kekurangan-dari-client-server-dan-peer-to-peer/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar